MUSIM CEPAT BERLALU


Malam Nampak tersenyum cerah. Rembulan indah memancarkan sinar menerangi alam semesta. Namaun tak setiap malam bulan bisa tertawa lepas. Perlu usaha keras tuk membangun dirinya agar benar-benar bulat utuh.

Berkata bijak, indah dan penuh untaian kata-kata mutiara sangat mudah. Namun menjalankan apa yang terucap seperti menahan deburan ombak agar tak menyentuh bibir pantai. Bicaralah sebanyak yang bisa kamu lakukan. Merupakan nasehat bijak yang patut kita kaji dan renungkan.

Berbuat baik, seperti mendaki puncak gunung yang teramat tinggi. Jurang, ngarai dan batu besar menghadang. Salah sedikit melangkah dan berpijak akan terhempas keras kebawah. Luka yg dalam membawa hati dan pikiran untuk mawas diri. Berusaha tuk mencari pijakan dan langkah yang benar. Untuk memulai kembali pendakian yang belum usai. Jatuh kembali pada tempat yang sama meruapakan bencana.

Kemuliaan adalah keinginan setiap insane. Mulia yang sempurna apabila diraih didunia dan alam fana. Namun seandainya tak juga mendapat keduanya. Pilihan terbaik adalah mencari jalan tuk meraih kemulian dia alam fana. Menerima senyum dari Sang Maha Pengasih.

Hidup adalah sebuah permainan. Seperti wayang yang bergerak sekehendak sang dalang. Mepermainkan suka dan duka yang silih berganti. Wayang tak kuasa menahan, apalagi menolak kehendaknya. Tanpa awlan dan tanda-tanda,  sang dalang mengganti sedih menjadi suka, dan bahagia berganti duka dalam sekejap mata.

Kepasrahan terhadap seluruh penguasa jagat raya dengan benar-benar ikhlas, membawa ketentraman jiwa. Kepasrahan dengan penuh kesadaran akan Sang Penyebab Tunggal (causa prima), bahwa yang terjadi pasti akan terjadi apabila Dia berkendak. Dan tak ada kuasa apapun bagi manusia tuk menolaknya. Sehingga ada senyum saat duka dan ada kesedihan saat mendapat bahagia.

Musim silih berganti, terkadang cepat disatu musim dan lambat dimusim lainnya. Bunga-bunga kuncup indah menjelang mekar. Semerbak harum mengisi bumi. Namun musim gugur telah tiba. Kebahagian belum benar terasa namun sedih dan duka telah datang.

Bersiap tuk keadaan yang buruk, mungkin adalah kata bijak. Agar selalu waspada dan bersiap diri menghadapi kenyataan yang tidak diinginkan.

Senyum adalah bahagia, tangis adalah duka. Terbiasa merasakan semuanya akan membawa suatu kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan  tak berdaya. Hanya karena Kuasa Illahi manusia masih tetap bernafas tuk mensyukuri nikmatnya, menghitung dosa dan masih bisa tersenyum..