NASEHAT SAUM SANG BAGAWAN


Sang Bagawan   : Wahai muridku apa yang hendak kau tanyakan?

Murid                    : Ya Sang Bagawan, Apa yang harus dipersiapkan menjelang puasa romadhlon?

Sang Bagawan   : Hakekatnya tidak ada yang perlu dipersiapkan?

Murid                    : Mengapa bisa begitu ya Bagawan?

Sang Bagawan   : Puasa adalah menahan rasa lapar dan haus, merasakan bagaimana orang miskin susah dalam mencari makan. Orang miskin tidak pernah menyiapkan apa yg mau dimakan untuk esok hari. Begitulah kita saat berpuasa, tidak perlu disiapkan makan yang diada-adakan.  Makanlah untuk berbuka dan sahur dengan makanan yang kita makan setiap hari.

Murid                    : Apakah boleh kita bersiap menjelang bulan puasa tiba?

Sang Bagawan   : Muridku, bulan puasa sebenarnya adalah ujian bagi umat manusia atas hidupnya pada 11 bulan sebelum romadhlon tiba. Jadi seharusnya kita sudah menyiapkan pada 11 bulan sebelumnya. Jika lulus ia akan menjadi manusia  yang lebih mulia. Namun jika gagal  akan kembali pada kehidupan sebelum romadhlon.

Muridku               : Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, Apa maksudnya ya bagawan?

Sang Bagawan   : Banyak berkah dibulan romadhlon, bulan yang sangat baik untuk meminta kepada Sang Maha Pencipta. Mintalah dengan sungguh-sungguh pada-Nya. Insya Allah akan terkabul. Maka jangan kausia-siakan bulan romadhlon hanya dengan menahan haus dan lapar saja.

Murid                    : Saat bulan romadhlon kita diwajibkan untuk menahan hawa nafsu, bagaimana caranya , Ya Bagawan ?

Sang Bagawan   : Tutuplah panca inderamu dari hal-hal buruk. Lambatkan suaramu dan perbesar sabarmu.

Murid                    : Kalau begitu, apakah kita harus selalu mengurung diri dirumah dan di masjid?

Sang Bagawan   : Tidak muridku, Tuhan tidak pernah menyuruh seperti itu. Betebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah hakmu serta jalankanlah kewajibanmu sebagai umat manusia. Semakin banyak tantangan yg kamu hadapi namun kamu tetap kuat dan sabar, akan meningkatkan kualitas hidup dan ke imananmu .

Murid                    : Bagaimanakah kita melatih kesabaran, Ya Bagawan?

Sang Bagawan   : Meningkatkan kesadaran akan hakikat kita sebagai umat manusia. Kita hidup karena izin dan kuasa dari sang pencipta. Terimalah apa yang diberi dan jauhi apa yang dilarang. Hidup adalah ujian, dan sang pencipta berjanji bahwa ujian yang diberikan kepada tidak akan melebihi batas dari kemampuan kita. Jadi bersabarlah jika ujian datang. Dan selalu nyakin bahwa ujian itu pasti bias dilewati.

Murid                    : Jadi apa sebenarnya yang harus kita lakukan menjelang bulan Puasa ?

Sang Bagawan   : Bersihkan hati dan pikiranmu. Bulan puasa adalah bulan yang suci dan penuh ampunan. Cahaya Tuhan akan memenuhi langit dan bumi siang dan malam dengan Nur yang terang penuh Rahmat. Hanya dengan Hati dan pikiran yang bersih, kamu bisa melihat dan menangkap Nur Illahi tersebut.

Murid                    : Jadi inti  dalam menjalankan puasa dibulan ramadhon  itu apa, Ya Bagawan?

Sang Bagawan   : Bulan puasa adalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Merasakan bagaimana kehidupan orang-orang miskin, sehingga bagi yang berkecukupan jangan pernah menyia-yiakan amanat rejeki yg diterima, salurkan sebagian pada yg membutuhkan dengan hati yg ikhlas. Bersihkan hati dan pikiranmu tuk menangkap nikmat tuhan yang berlimpah dibulan puasa. Tingkatkan selalu kesabaranmu sebagaima orang-orang miskin sabar menanti apa yang mau dimakan, sebagaimana bulan dan matahari terbit, tak pernah terburu-buru walau banyak orang perlu padanya. Tuhan selalu menolong orang2 yang sabar dan ihklas dalam menjalani hidup di dunia ini.

Murid                    : Terimakasih Bagawan, murid akan berusaha memahaminya..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s