NASEHAT BAGAWAN TENTANG KEHIDUPAN


Sang Bagawan   : Wahai muridku apa yang hendak kau tanyakan?

Murid                    : Ya Sang Bagawan, untuk apa kita hidup didunia ini?

Sang Bagawan   : Mencari bekal untuk menghadapi kematian

Murid                    : Bekal seperti apa yang harus kita persiakan ya Bagawan?

Sang Bagawan   : Tumpukkan amal  baik yang banyak dan sedikit dosa

Murid                    : Apakah kalau kita berbuat baik pasti mendapat amal yang baik?

Sang Bagawan   : Belum tentu muridku, perbuatan baik namun ada pamrih didalamnya akan mendapatkan dosa

Muridku               : Seperti apakah perbuatan baik mendapatkan balasan amal yang baik?

Sang Bagawan   : Memberi tanpa mengingat, Ikhlas dalam berbuat, tersenyum saat kehilangan dan menangis saat mendapat.

Murid                    : Murid belum mengerti maksud dari “memberi tanpa mengingat”

Sang Bagawan   : Saat kamu memberikan sesuatu kepada orang lain, lupakanlah bentuk pemberianmu itu. Dengan melupakannya kamu tidak berharap orang tuk membalasnya.

Murid                    : Lalu bagaimanakah kita bisa ikhlas dalam berbuat bagawan?

Sang Bagawan   : Dalam berbuat ibaratnya seperti orang yang berjalan kedepan, tidak pernah melihat bekas jejak langkah. Begitulah saat kita berbuat baik tidak perlu di ingat.

Murid                    : Terus bagaimana kita bisa tersenyum saat kehilangan dan menangis saat mendapat?

Sang Bagawan   : Semua yang ada pada kita, bukanlah milik kita tapi titipan dari-Nya. Maka saat titipan diambil yang punya kita harus bahagia karena tidak perlu menjaga dan merawatnya. Begitupun saat kita mendapatkan sesuatu, baik itu harta, anak ataupun kekasih, artinya kita mendapat titipan dari Sang Maha Pemilik. Walaupun berat kita harus menjaga dan merawat dengan baik. Apakah kamu masih bisa tersenyum saat diberi amanat titipan yang begitu berat ?

Murid                    : Hidup seperti apakah yang benar kita jalankan Sang Bagawan ?

Sang Bagawan   : Mencontoh kehidupan Nabi dan letakanlah Al-Qur’an diatas kepalamu. Jika kamu ingin bahagia dan selamat didunia dan dikehidupan sesudah mati, perhatikan dan simak kehidupan Beliau kemudian ikutilah.  Setiap nafas, pikiran dan langkahmu berpedomanlah kepada Al-Quran. Gunakanlah keyakinanmu secara penuh kepada Sunnah dan Al-qur’an barulah engkau pakai akal sehatmu. Jika kamu kurang paham tanyalah pada yang tahu tuk menerjemahkannya

Murid                    : Sang Bagawan, Bolehkah kita mengeluh akan ketidakberdayaan dalam menjalani hidup di dunia ini?

Sang Bagawan   : Sifat manusia adalah kurang bersyukur dan merasa selalu kurang atas nikmat yang telah didapat. Maka mereka akan selalu berkeluh kesah sepanjang waktu. Tidak dilarang manusia untuk berkeluh kesah. Namun dengan siapa ia harus mengatakan itu ? Berkeluh kesahlah sebanyak kata dan cucuran airmata semampu kamu, tetapi harus dihadapan Sang Maha Kuasa. Karena hanya Dia-lah tempat kita mengadu dan memohon petunjuk.

Murid                    : Bagaimanakah kita menjalani hidup bermasyarakat ya Bagawan?

Sang Bagawan   : Berbuatlah baik pada mereka, jaga setiap ucapanmu, jika tidak sependapat sampaikan saranmu dengan bahasa yang sopan. Jika ada yang meminta pertolongan, tolonglah semampu dan seikhlasmu.  Berikanlah sedekah kepada yang membutuhkan tanpa orang tersebut tahu, siapa yang telah memberi sedekah. Sedekahlah sesanggup kamu tanpa menunggu kamu kaya terlebih dahulu, karena kamu tidak tahu kapan  nyawamu  akan tercabut.

Murid                    : Satu lagi pertanyaan dari murid, Bagawan. Bagaimanakah perjalanan ruh kita sesudah mati ?

Sang Bagawan   : Saat ajal menjemput, ruh akan kembali pada sang Penciptanya, menunggu hari pembalasan tiba. Bagaimana ruh berjalan dan dimana tempat menanti hari kiamat, tidak ada manusia yang tahu, karena urusan yang gaib hanya Dia yang tahu. Maka hidup sesudah mati dan bagaimana ruh berjalan tidaklah perlu kita ketahui dan jangan pula berandai-andai.Yang utama adalah siapkanlah bekal untuk perjalanan ruh kita nanti.

Murid                    : Terimakasih Bagawan, murid akan berusaha memahaminya..

 

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s