NASEHAT CINTA SANG BAGAWAN


Sang Bagawan   : Wahai muridku apa yang hendak kau tanyakan?

Murid                    : Murid ingin bertanya tentang pengertian cinta, Sang Bagawan….

Sang Bagawan   : Cinta adalah bentuk kasihsayang  yang dimliki oleh umat manusia

Murid                    : Lalu dari manakah cinta itu datang Sang Bagawan ?

Sang Bagawan   : Manusia tidak ada yang tahu dari mana cinta itu berasal dan tidak tahu dimana tempat kembali

Murid                    : Kapan cinta itu datang dan pergi Sang Bagawan ?

Sang Bagawan   : Cinta seperti angin, datang dan pergi sesukanya, cinta berkuasa dan berkehendak sendiri. Jika ingin datang ia akan datang,  begitu juga saat berkehendak pergi ia akan lalu dengan sendirinya. Datang tanpa awalan pergi tanpa pamit

Murid                    : Bisakah kita menawan cinta agar tidak pergi?

Sang Bagawan   : Tidak bisa, karena cinta itu merdeka dan berkuasa terhadap cinta itu sendiri. Yang bisa kita  lakukan adalah merayu cinta itu dan berharap lama bersama kita. Cinta seperti tanaman, asal kita rajin menyiram dan memupuknya. Tanaman itu akan segar dan membesar

Murid                    : Apakah yang untuk menyiram dan apa pula pupuknya wahai Sang Bagawan?

Sang Bagawan   : Siramlah dengan kesabaran dan pupuklah dengan saling pengertian

Murid                    : Saat cinta itu datang Apakah yang harus kita persiapkan Sang Bagawan ?

Sang Bagawan   : Saat cinta mendatangimu, siapkan dirimu untuk penderitaan. Engkau akan kehilangan sebagian waktumu, tidurmu dan pikiranmu untuk melayani cinta.

Murid                    : Wahai Sang Bagawan alangkah beratnya saat cinta itu datang, Bisakah kita menolaknya?

Sang Bagawan   : Cinta tidak dapat ditolak muridku. Karena cinta berkehendak sendiri terhadap siapa yang akan didatangi. Engkau tak kuasa menolaknya. Menolak cinta yang datang  akan berakhir dengan  penderitaan

Murid                    : Jika begitu berat itu cinta, bagaimana kita menanggungnya agar tiak terasa berat..

Sang Bagawan   : Saat cinta itu datang, pasrahkan dirimu padanya. Biarlah dia mengalir pada dirimu, ikutilah seperti engkau hanyut didalam sungai. Namun usahakanlah engkau tidak tenggelam. Biarkanlah cinta itu hinggap dalam hatimu menyebar dalam urat darahmu. Tapi jangalah cinta itu menguasi otakmu.

Murid                    : Mengapa demikian Sang Bagawan?

Sang Bagawan   : Saat hati dan akal pikiranmu sudah dikuasi cinta, maka engkau akan jatuh pada jurang kehinaan yang dalam

Murid                    : Saat cinta itu pergi banyak orang menderita dan sedih, Mengapa bisa demikian?

Sang Bagawan   : Manusia merasa menderita bukan karena kepergian cinta, tapi kepergian orang atau benda yang dicintai. Manusia telah melebihkan hekekat cinta. Cinta yang suci dan merdeka dikotori dengan nafsu untuk menyenangkan dan memiliki untuk diri sendiri.

Murid                    : Ya Sang Bagawan,namun saat  cinta itu pergi apakah yang harus kita persiapkan?

Sang Bagawan   : Lepaskanlah dengan penuh keikhlasan.

Murid                    : Bagaimana kita bisa mengikhlaskan cinta itu pergi. Sementara kita masih menginginkanya ?

Sang Bagawan   : Didunia ini tiada yang abadi. Yang datang pasti akan kembali. Menahan kepergian cinta akan menimpulkan penderitaan yang lebih berat .Itulah takdir dari Illahi yang harus kita terima sebagai seorang hamba. Apakah kamu sanggup menerima Murka dari-Nya?

Murid                    : Tidak sanggup sang bagawan, murid sekarang lebih memahai tentang cinta kasih. Satu lagi pertanyaan ya Sang Bagawan. Bagaimanakah cara kita melatih kesabaran dan keikhlasan saat cinta itu pergi.

Sang Bagawan   : Jika kamu sanggup:  sering-seringlah berpuasa untuk melatih kesabaran. Lihatlah   pagi saat terbitnya matahari dan sore saat tenggelam, amatilah daun-daun pohon yang tumbuh dan berguguran, Lihatlah jutaan bintang di jagat raya, dan sering2lah menangis tengah malam diatas hamparan sajadah untuk melatih keikhlasan. Semua yang hidup akan mati, yang datang akan pergi, kuasa hanya pada illahi. Yang terjadi pasti terjadi jika Sang Maha Kuasa berkehendak.

Murid                    : Terima kasih Sang Bagawan, murid mohon pamit….……

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s