DOSA-DOSA TERTUMPUK


Ya robbi,

Betapa besar cinta kasihmu, betapa besar murkamu melihat perjalanan hidupku.  Deretan dosa terus terjalin hari demi hari, tahun demi tahun…entah sudah berapa besar dosa yang telah kutumpuk, namun Engkau tak pernah menjatuhkan azab padaku.

Engkau maha pemurah, terlalu  banyak nikmat yang telah kuterima. Rejeki mengalir seperti deburan ombak dipantai, susul menyusul engkau berikan. Namun tak sedetikkpun engkau menghentikannya

Engkau Maha Pemberi, banyak sudah kuminta darimu, dan sebanyak itu pula engkau mengabulkannya

Ya Tuhanku,

Tiada henti Engkau melihatku, namun kusering berpaling darimu. Namamu tak pernah diam, keras mengalun memanggil setiap manusia tuk bersujud padamu. Namun berat terasa kaki melangkah menghadapmu.

Hembusan nafas dan langkah kaki hamba penuh dengan dosa-dosa. Satu langkah hamba, satu dosa tercipta. Telah ribuan bahkan jutaan kaki hamba melangkah. Kutak sanggup  menghitung betapa besar dosa yang  hamba buat.

Ya Allah kasihmu begitu tulus dan Ikhlas. Tapi sudah tak terhitung kata celaan yang keluar dari hamba untukmu. Kata keji untuk-Mu, meluncur deras tak terbendung seiap kali mulut hamba terbuka.

Ya Tuhanku,

Semua nikmat dan Kasih sayang-MU telah kuterima seiring dengan ribuan bahkan laksaan dosa yang telah kuperbuat. Betapa besar maluku kepada-Mu ya tuhanku. Rasanya kutak sanggup menghadap-Mu. Terbayang sudah gelora api yang tak pernah padam dan ribuan kali panasnya dari api yang ada didunia menunggu kehadiranku. Panas tak terkira, cambukan dan pukulan penjaga bara api abadi terdengar keras menyayat hati. Lolongan dan rintihan pilu sahut menyahut tiada henti sebagai hiasan dari neraka-Mu.

Ya Illahi, ku tahu aku tidak mungkin masuk kesurga-Mu, namun hamba tidak sanggup tinggal di neraka-Mu.

Wahai penguasa seluruh alam semesta,

Masikkah ada setitik ampunan dan pintu maaf untukku. Walau ku tahu Engkau maha Pengampun. Namun kutak sanggup lagi meminta ampunan darimu, tak terbilang sudah ku mohon pintu maafmu, namun esok hari dosa kembali terbuat.

Ya Allah Engkau Maha Petunjuk,

Berikanlah sedikit petunjuk-Mu, terasa bagiki kini berjalan digelap malam, tiada bulan dan bintang. Kutak tahu kemana arah jalan yg harus kulalui. Bukakanlah mata dan hatiku, Ya Allah tunjukkan kemana kaki ini harus melangkah. Hamba tak tahu, berapa lagi sisa umur hamba. Disisa umur hamba ini, tiada lagi pinta dariku Ya Allah, hanyalah petunjuk dan  ridlho darimu agar ku bisa melihat setitik cahaya terang darimu.

Amien………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s