MENCARI JALAN KESEMPURNAAN (1)


Sempurna bisa ditafsirkan tidak ada kesalahan atau cacat, jika dihitung dari 0- 100, maka angka 100 adalah angka yang sempurna. Apakah dalam menjalani kehidupan, manusia bisa menghindari kesalahan? . Bisakah seorang pelajar  mencapai nilai 100 pada semua pelajaran?. Terkadang sering terdengar bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa walaupun hanya sekali. Atau sering juga orang memuji suatu benda dengan kata yang sempurna; missal “alangkah bagus dan sempurna rumah itu”atau “alangkah indah dan sempurna betul lukisan orang itu” . Jadi apa itu sempurna? Adakah kesempurnaan didunia ini?

Apakah kita pernah merasa puas terhadap apa yang kita lakukan? Jika jawabannya “ya” berarti kita boleh mengatakan sempurna terhadap apa yang kita kerjakan. Tapi apakah orang lain puas dengan apa yang kita kerjakan? Jika jawabannya “tidak” berati pekerjaan kita belum sempurna bagi orang lain.

Jadi apakah penilaian kesempurnaan berlaku bagi induvidu atau orang banyak? Terkadang orang lain menilai pekerjaan kita telah sempurna, namun bagi yang mengerjakan belum merasa sempurna, masih ada beberapa yang dirasa belum sesuai atau pas. Bagi orang banyak melihat suatu lukisan berdecak kagum dan menilai lukisan itu indah dan sempurna sekali, namun bagi si pelukis menilai lukisannya biasa saja dan tidak terasa indah.

Sekali lagi pertanyaan muncul pada diri kita. Apakah itu sempurna dan bisakah kita mewujudkanya? Dan bagaimanakah cara mewujudkanya? Manusia dalam menjalani kehidupan terikat oleh dua aturan yaitu :

1.    Horisontal yaitu : berhubungan sesama manusia. Hubungan sesama

manusia bisa dibedakan menjadi 2 yaitu :

a.       Hubungan manusia dengan lingkungan masyarakat tempat tinggal

b.      Hubungan manusia dengan lingkungan pekerjaannya

2.      Vertikal yaitu : hubungan manusia dengan sang penciptanya

Marilah kita renungkan dengan hati yang paling dalam dan pikiran yang jernih tanpa dipengaruhi hawa nafsu. Mengapa kita dilahirkan didunia ini? Tujuan apakah yang hendak kita capai dalam kehidupan ini? Apakah Tuhan diam saja melihat kelakuan kita didunia ini? Adakah balasannya kelak? Sudah siapkah kita menghadapi kematian? Sanggupkah kita menghadap sang pencipta dengan keadaan kita yang seperti ini?

BERSAMBUNG…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s