Syair Cinta Di Atas Sajadah


Dengan banyak duka kucium ujung sajadah yang sudah buntut….. Kedua kaki terhimpit rapat lekat sejajar. Tanpa tersadar, entah berapa lama kubersujud.

Kepala menandakan akal pikiran dan hati mewakili kalbu. Dalam Sujud hati mempunyai derajat lebih tinggi dari kepala.  Segala akal, pikiran dan semua cita2 yang lalu lalang dalam kepalaku. Tenggelam, tunduk dan menyerah pada cinta kasih Tuhan. Kalbu yang tercipta olah kasih Tuhan berkuasa atas  semua pada detik ini. Seiiring hembusan nasfas ku terhanyut dalam keagungan tuhan. Betapa tak berharganya diriku dihadapan-Nya, ah…betapa kerdilnya daku. Telah banyak nikmat kureguk, betapa besar cinta ku dapat dari-Mu. Namun ku tak pernah puas dan terus mengeluh dan mengeluh padamu. Bahkan terkadang terlontar cacian dan makian keji “Bahwa engkau tidak adil”.

Titik air mata mengalir tanpa kurasa, bercampur dengan datangnya rasa penyesalan. Betapa sombongnya diriku slama ini. Besarnya cinta kasih-Mu yang telah Engkau berikan, tak mampu kuterjemahkan dengan benar.  Ku merasa malu sangat kini….. telah banyak waktu terbuang dalam hina penuh dosa. Sementara waktu terus berjalan, tak pernah berhenti dan mengulang kembali.

Dengan perlahan kuangkat kepala menjauh dari sajadah. Sedikit demi sedikit kesadarku mulai terbangun. Deburan kalbu lambat namun pasti reda dan menyatu dalam dunia nyata. Lemah jerami terangkat mengusap bulir-bulir air mata yang masih menggenang.

Ya Tuhan, ampunkanlah dosa dan kesalahan hambamu ini. Ijinkan aku merasakan getar cinta kasih-Mu dalam sisa hidupku ini……………. Dan diujung pengharapan pintaku….. semoga masih ada hari esok untukku menikmati sinar-Mu

2 responses to “Syair Cinta Di Atas Sajadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s