MODUL 2.3 TOOL..BAGIAN AHIR


2.11. Pencil Tool
Untuk membuat garis secara bebas dengan goresan yang
menyerupai sebuah pensil.
Caranya: sama dengan Brush tool.

2.12. Clone Stamp Tool
Untuk menggambar dari sampel pada sebuah image.
Caranya: aktifkan Clone Stamp tool dan aturlah ukuran brush,
pilih tipe yang lembut (Soft). Selanjutnya klik pada daerah yang
akan dijadikan sampel sambil menekan tombol Alt. lalu klik pada
daerah lain yang akan dijadikan target. Teknik ini biasanya
digunakan untuk memanipulasi sebuah image ketika
menambahkan objek yang sama.

2.13. Pattern Stamp Tool
Untuk menggambar dari bagian atau pola yang telah
diambil.
Caranya: aktifkan Pattern Stamp tool, pilih ukuran dan tipe brush.
Selanjutnya, pada menu option di bagian atas, tentukan jenis
pola (pattern) yang digunakan untuk menggambar.

2.14. History Brush Tool
Untuk mengembalikan objek pada posisi history tertentu.
Tool in sangat berguna ketika mewarnai objek dengan brush
kemudian ingin menghapusnya. Jika Anda menghapus
menggunakan Eraser tool maka objek yang lain akan ikut
terhapus.
Caranya: aktifkan History Brush tool dan tentukan ukuran brush.
Goreskan pada objek untuk menghilangkan bekas goresan
brush.

2.15. Art History Brush Tool
Untuk mewarnai objek berdasarkan history tertentu.
Caranya: aktifkan Art History Brush tool dan aturlah ukuran
brush. Pada menu option, aturlah beberapa spesifikasi (Opacity,
Style, Type, dan Tolerance). Kemudian goreskan pada gambar
secara perlahan-lahan.

2.16. Eraser Tool
Untuk menghapus objek dan dapat mengembalikan
objek yang sudah terhapus ke posisi semula.
Caranya: aktifkan Eraser tool, pilih ukuran brush dan pilih tipe
brush yang lembut (Soft), jika perlu perkecil tingkat kepekatan
(opacity). Semakin kecil nilai opacity maka akan semakin lembut
bagian tepi objek yang telah terhapus.


2.17. Background Eraser Tool
Untuk menghapus latar belakang (background) agar
menjadi trasparan.
Caranya: akifkan Background Eraser tool kemudian aturlah
beberapa spesifikasi pada Option bar. Pada opsi Limits, pilih tipe
Contiguous agar warna yang pertama kali terhapus menjadi
acuan untuk menghapus warna berikutnya.

2.18. Magic Eraser Tool
Untuk menghapus warna yang solid dengan cara
mengklik sekali pada bagian tertentu.
Caranya: aktifkan Magic Eraser tool, kemutian aturlah nilai
Tolerance (semakin besar nilainya maka warna yang berdekatan
akan ikut terhapus), Anti-alias (jika diberi tanda centang maka
warna yang terhapus semakin lembut), Contiguous (jika
diaktifkan, akan menghapus bagian lain), dan Sample All Layer
(jika diaktifkan, semua layer di bawahnya ikut terhapus).

2.19. Gradient Tool
Untuk mewarnai objek dengan warna gradasi dengan tipe
linier, angle, reflected, dan diamond.
Caranya: aktifkan Gradient tool dan tentukan tipe gradasi (linier,
angle, reflected, dan diamond) pada menu Option. Selanjuntya,
pilih warna gradasi, untuk membuat warna gradasi sendiri klik
warna gradasi.

2.20. Paint Bucket Tool
Untuk mengisi objek dengan warna foreground yang telah
dipilih.
Caranya: aktifkan Paint Bucket tool, pilih warna yang diinginkan.
Klik pada daerah yang ingin diberi warna. Anda dapat pula
menekan tombol Alt+Backspace secara bersamaan untuk
memberi warna (berfungsi sebagai Shottcuts).

2.21. Blur Tool
Untuk memperhalus bagian tepi sebuah image. Teknik ini
juga sering digunakan untuk memperhalus bagian-bagian
tertentu, misalnya memperhalus bagian wajah atau memperhalus
pixel yang terlalu besar
Caranya: aktifkan Blur tool, aturlah spesifikasi pada Option bar.
Goreskan brush pada daerah yang ingin dibuat kabur (blur).

2.22. Sharpen Tool
Untuk mempertajam bagian tepi sebuah image.
Caranya: aktifkan Sharpen tool, aturlah spesifikasinya pada
Option bar.


2.23. Smudge Tool
Untuk membuat efek sentuhan jari pada cat basah.
Teknik ini sering digunakan untuk menggambar secara digital.
Caranya: aktifkan Smudge tool, tentukan ukuran dan tipe Brush
(atur pula tingkat ketajaman). Aturlah Mode dan Strenght (radius
efek goresan brush, semakin besar nilaninya maka akan bagian
lain ikut terkena dampaknya) pada Option bar.

2.24. Dodge Tool
Untuk memberikan warna terang pada daerah tertentu.
Caranya: aktifkan Dodge tool, aturlah ukuran dan tipe brush,
aturlah pula pada Strenght (semakin besar nilainya maka akan
semakin terang).

2.25. Burn Tool
Untuk memberikan warna yang gelap pada daerah
tertentu dengan goresan brush.
Caranya: sama seperti Dodge tool.

2.26. Sponge Tool
Untuk meningkatkan saturation pada objek.
Caranya: sama dengan Dodge tool.
2.27. Path Seletion Tool
Untuk memilih dan mengedit path yang dinginkan.
Caranya: aktifkan Path Selection tool, klik pada path yang telah
dimaksud. Teknik ini biasa digunakan jika memiliki beberapa
path.

2.28. Type Tool
Untuk mengetik teks pada sebuah image secara vertikal
maupun horizontal.
Caranya: pilih salah satu tipe Type tool (horizontal atau vertikal),
pilih jenis font, warna font, dan ukuran font. Anda dapat pula
membuat efek teks warped dengan beberapa bentuk pilihan.

2.29. Type Mask Tool
Untuk membuat seleksi berbentuk huruf.
Caranya: sama dengan Type tool.

2.30. Pen Tool
Untuk membuat path yang dapat digunakan sebagai
seleksi maupun alat gambar.
Caranya: aktifkan Pen tool, dan aturlah Option bar untuk
menentukan tipenya (Pen tool atau Freeform Pen tool), dan pilih
salah satu bentuknya (Shape Layers, Path atau Fill Pixel).

2.31. Custom Shape Tool
Untuk membuat bentuk shape tertentu dari daftar yang
ditampilkan.
Caranya: sama dengan Pen tool, dan dapat menentukan salah
satu bentuk Shape yang diinginkan (Dingbats).

2.32. Annotation tool
Untuk membuat catatan dan suara yang dapat
disertakan dalam image.
Caranya: aktifkan Annotation tool untuk membuat catatan lalu
klik dan drag untuk membuat tempat catatan (note). Mulailah
mengetikkan beberapa catatan. Perlu diperhatikan, teks dalam
catatan tersebut tidak akan tercetak dalam dokumen gambar
Anda. Sedangkan untuk membuat notasi berbentuk suara,
aktifkan Audio Annotation tool.

2.33. Eyedropper Tool
Untuk mengambil sampel warna dalam sebuah image.
Caranya: aktifkan Eyedropper tool, lalu klik pada daerah yang
ingin diambil sampel warnanya. Umumnya, Anda hanya dapat
mengambil sampel satu warna, namun Anda dapat pula
mengambil beberapa sampel warna dengan cara menekan
tombol Shift saat memilih warna. Maksimal sampel warna yang
diambil secara bersamaan adalah 4.

2.34. Hand Tool
Untuk memindahkan sebuah gambar bersama-sama
dengan windows.
Caranya: aktifkan Hand tool dan letakkan pada sebuah image.
Geser tampilan windows untuk melihat daerah yang tak tampak.

2.35. Zoom Tool
Untuk mengatur tampilan (perbesar atau perkecil) image.
Caranya: aktifkan Zoom tool, dan buatlah seleksi untuk
memperbesar daerah yang dimaksud. Untuk memperkecil
tampilan, tekan tombol Alt sambil mengklik pada daerah yang
dimaksud.

2.36. Foreground & Background Color
Untuk menentukan warna foreground dan background.
Caranya: klik pada ikon tersebut untuk memilih warna. Secara
default, warna foreground & background adalah hitam dan putih.
Untuk menukar posisinya, tekan huruf X pada keyoard.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s